Salah Kaprah Sopir Truk di Turunan: Niat Cuan Berujung Kecelakaan
Kecelakaan beruntun yang terjadi di Km 92 Tol Cipularang melibatkan 17 kendaraan. Satu orang tewas dan 22 orang lainnya terluka. Foto: Dok. PJR Cipularang
Jakarta - Kecelakaan mau lagi-lagi melibatkan truk atau angkutan barang yang mengalami rem blong. Kemarin sore,terjadi tabrakan beruntun yang diduga di picu oleh truk yang mengalami rem blong.
Truk yang rem blong itu mengakibatkan kecelakaan beruntun yang melibatkan belasan kendaraan. Akibat kecelakaan ini,satu orang meninggal dunia dan 29 orang lainnya mengalami luka ringan hingga luka berat.
kunjungi:situsamanahterpecaya.
Kecelakaan maut akibat rem blong sering kali terjadi.Praktisi keselamatan berkendara sekaligus instruktur & Founder Jakarta Defensive Driving Counsulting (JDDC) Jusri pulubuhu mengatakan,kecelakaan akibat rem bling melakukan deselerasi di jalan menurun.Bahkan,peristiwa ini kerap terjadi akibat salah kaprah sopir truk yang menginginkan cuan.
"Kecelakaan kemarin yang diawali oleh si truk itu,berdasarkan cuplikan vidio dan berdasarkan analisis saya selama ini,penyebabnya adalah perilaku mengemudi yang tidak didasari dengan pengetahuan,"buka jusri dalam obrolan dengan detiknew melalui sambungan telepon,Selasa(12/11/2024).
kunjungin:sitertogelterlengkap.
Menurut jusri,para pengemudi truk punya kebiasaan menetralkan transmisi di jalan menurun.Mereka beranggapan saat transmisi dinetralkan,beban kerja mesin jadi ringan sehingga konsumsi BBM lebih irit.
"Ujung-ujungnya konsumsi bahan bakar irit dan ada selisih dari budget yang bisa di bawa pulang.Tapi prilaku ini sangat konyol dan sangat membahayakan diri mereka,muatan,dan pengguna jalan lain,"tegas jusri.
"ngeblong itu menetralkan trnamsisi dengan harapan menghemat konsumsi bahan bakar.Sehingga selisih budget bisa di bawa pulang.Tapi perilaku ini adalah hal yang membahayakan,hal yang bodoh,katanya.
Dengat menetralkan gigi trnsmisi,sopir truk hanya mengandalkan service brake atau pengereman dari pedal. Dengan hanya mengandalkan service brake tanpa memanfaatkan engine brake,konstruksi rem lala kepanasan dan mengakibatkan brake fading atau kegagalan fungsi pengereman.
kunjungin:situsterpecaya.
kunjungin:situsterpecaya.
"Kalau kita berdiri di tol situ,hitungan menit setiap truk besar di sana ngeblong,yaitu menetralkan transmisi sehingga lajunya sangat kencang.Apa yang terjadi,perlambatan-perlabatan yang mereka lakukan hanya mengandalkan service brake atau rem kaki.Padahal truk-truk semacam ini mereka sudah menggukan full air brake,mereka punya sistem pengereman tambahan lain namanya exhaust brake atau retarder,yang tujuannya bisa engine brake"ujar Jusru.
"Pada kecepatan tinggi,akan karena elevasi jalan yang menurun dengan bobot yang berat,maka momentun ini akan menimbulkan kecepatan yang sangat luar biasa.Dan itu perlambatan yang dilakukan oleh rem kaki itu akan menimbulkan overheating pada sistem rem.Ketika ren panas,dampak lain dari panas adalah brake fading,yaitu penyusutan kemampuan rem akibat overheating.
kunjungin:situsterlengkapterpecaya.
Jusri mendugam,truk yang mengalami rem blong di tol cipularang itu melaju di turunan dengan kondisi transmisi netral.namun,untuk mengurangi beban rem,sopir berusaha masuk gigi. Yang terjadi adalah,sopir truk hanya bisa masuk ke gigi 4 sesuai temuan kakorlantas polri.
"Pengguaan servic brake ini cukup rentan kecelakaan,takur ngunci,mereka berusaha engine brake tapi dari netral.Kalau netral dalam kecepataan tinggi misalnya 60-80 km/jam,susah ke gigi 2 tuh.Apalagi truk nggak punya synchronize.Jadi yang dia masukin adalah masukin gigi 4 untuk mendapatkan engine brake.
cari situs amanah dan terpecaya klik link di bawah ini!!
https://heylink.me/Jamintoto9/
linkr.bio/jamintotogacor
https://bit.ly/PASTIJITU088
Komentar
Posting Komentar